Rabu, 29 Februari 2012

alangkah Lucunya Negeriku

Inilah Potret Bangsa ini yang katanya telah merdeka












Oh Lucunya Manusia Negeri ini

Oh lucunya manusia negeri ini…
Pemimpinnya hanya memikirkan perut sendiri
Hukum bisa dibeli
Pelaku porno yang seharusnya dirajam
Tetap eksis di televisi
Pemujanya pun sampai menangis histeris
Masalah Koruptor? Apalagi…

Oh lucunya manusia negeri ini…
Kalau ada yang berjilbab menutup rapat dicurigai
Jenggotan dan celana gantung dimusuhi
Mereka menuduh da’i dan aktivis sebagai teroris
Tapi Pergaulan bebas dipuji-puji
Hingga jadi makanan sehari-hari
Dan hatipun jadi mati

Oh lucunya manusia negeri ini...
Tangkap teroris cepat beraksi
Tapi koruptor pikir-pikir lagi
Seakan hati mereka sudah mati
Dan anehnya mereka sendiri tak takut mati
Padahal mati itu pasti!
Tak pandang bulu baik si miskin hingga Bapak berdasi

Oh lucunya manusia negeri ini...
Sudah banyak peringatan untuk manusia negeri ini
Mulai dari tsunami hingga merapi
Mulai dari pesawat hingga kereta api
Tetapi masih banyak manusia negeri ini yang buta dan tuli
Kalau bukan karena besarnya rahmat dan cinta dari Ilahi
Mungkin sejak dahulu manusia negeri ini sudah diganti.

republika.co.id

Permintaan Maaf Pembakaran Alquran Hanya untuk Amankan Tentara AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama sempat diwawancarai ABC News mengenai permintaan maafnya kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai tentang pembakaran Alquran, Rabu (29/2). Obama mengatakan surat permintaan maafnya kepada Karzai, hanyalah untuk mengamankan posisi tentara AS di Afghanistan.

"Perang adalah pilihan yang sulit. Tapi ini sudah menjadi pilihan kami, dan saya yakin bahwa AS bisa meninggalkan Afganistan dengan aman hingga akhir 2014," ungkap Obama beberapa jam sebelum makan malam kepresidenan untuk menghormati veteran perang Irak.

Obama mengatakan suratnya kepada Karzai hanya bertujuan untuk mengekang bahaya lebih lanjut untuk pasukan AS di Afghanistan. Surat ini menyatakan penyesalan Obama atas pembakaran Alquran yang dianggap tidak disengaja di pangkalan militer AS di Afghanistan.

Walaupun permintaan maaf telah disampaikan Obama secara langsung kepada Karzai. Namun Obama mengatakan tentara AS belum keluar dari ancaman di Afganistan. "Kita belum keluar dari hutan belantara," ujarnya mengilustrasikan.

Namun, kritikus presiden dan beberapa anggota militer mempertanyakan layak atau tidaknya permintaan maaf tersebut. Mengingat akibat pembakaran Alquran itu, dua perwira militer AS tewas akibat serangan balasan dari warga Afganistan.

Tidak beberapa lama Obama langsung meninggalkan wawancara dengan ABC News. Dan memulai acara makan malam dengan veteran AS. Acara makan malam ini bertema, 'Syukur pada Sebuah Bangsa,' untuk menandai akhir dari perang besar di Irak. Walaupun AS telah dua setengah bulan mundur dari Irak, namun kesengsaraan rakyat Irak sepertinya belum selesai hingga kini.